Senin, 15 November 2010

MENARA CERDAS PTK

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF
ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MENARA CERDAS DI KELOMPOK A TK/ RA BAITURRAHMAH
SUKOHARJO





KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan Untuk Mengikuti Lomba Karya Ilmiah
Inovatif Pembelajaran Guru Tingkat Provinsi
Tahun 2009














Oleh :
ELI MASLIKHAH, S.Pd.I



UPT DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN SUKOHARJO


SURAT PERNYATAAN
Nomor :


Yang bertandatangan di bawah ini ;

Nama : Eli Maslikhah, S.Pd.I
NIP : 150359738
Pangkat/Gol : II c
Unit Kerja : RA Baiturrohmah

Menyatakan bahwa Karya Tulis Judul “UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MENARA CERDAS DI KELOMPOK A TK/ RA BAITURROHMAH SUKOHARJO ” adalah Asli dan Karya sendiri
Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.


Kroya, 15 September 2009

Mengesahkan , Yang Menyatakan
Kepala TK/RA Baiturrohmah


Andi Sri Sultinah, M.Ag Eli Maslikhah, S.Pd.I
NIP. 150359738



ABSTRAK

Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menganalisa dan mengetahui hasil upaya meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini melalui penggunaan alat peraga menara Cerdas di kelompok A TK/RA Baiturrahmah Sukoharjo. Adapun Kemampuan Kognitif yang akan ditingkatkan adalah melalui kegiatan mengenal warna, mengenal angka, mengurutkan warna, memasangkan jumlah benda dengan angka, mengelompokkan benda yang sama dan sejenis,membedakan besar kecil, meneruskan pola setelah melihat pola sebelumnya, mengenal bentu geometri dan membedakan benda yang kasar dan halus.

Metode yang digunakan adalah dengan cara pengamatan secara langsung kepada anak yang sedang memainkan alat peraga menara cerdas sesuai dengan tugas yang diberikan guru. Hasil pengamatan ini dituangkan dalam bentuk tabel yang kemudian dianalisa mengunakan teknik deskriptif untuk mengukur gejala yang muncul. Populasinya adalah seluruh siswa kelompok A TK/RA Baiturrahmah Sukoharjo. Disebabkan sampel kurang dari seratus maka diambil semua sehingga sampel yang digunakan 100%. Metode pembelajaran yang digunakan adalah dengan cara praktek langsung .

Berdasarkan hasil penelitihan yang diperoleh anak mampu menunjukan peningkatan kognitif. Pada awal sebelum penelitian kemampuan kognitif anak yang belum optimal mencapai 75% sedangkan setelah pembelajaran dengan menggunakan menara cerdas terlihat peningkatan yang signifikan yaitu anak yang mampu sebanyak 30% sedangkan anak yang mencapai optimal sudah mencapai 70%.



















KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT. Karena rahmatNya maka penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah dengan judul “UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MENARA CERDAS DI KELOMPOK A TK/RA BAITURROHMAH SUKOHARJO”
Adalah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menanamkan dan mengembangkan kognitif anak didik dalam rangka menyiapkan generasi anak bangsa cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi. Hal ini perlu dilakukan sejak dini, pada saat mereka berada pada tahap perkembangannya yang relatif sangat peka. Perlakuan-perlakuan dan permainan-permainan yang mengacu pada pengembangan kognitif akan membawa mereka ke arah perkembangan selanjutnya.
Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Andi Sri Sultinah, S.Ag, M.Ag kepala RA Baiturrahmah Sukoharjo yang telah memberi kesempatan untuk mengikuti perlombaan ini
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya ilmiah ini masih perlu disempurnakan untuk penelitian selanjutnya.
Akhirnya semoga penulisan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca pada umumnya.
Kroya, 10 September 2008
Penulis


DAFTAR ISI
HALAMAN
HALAMAN JUDUL i
KATA PERNYATAAN ii
ABSTRAK iii
KATA PENGANTAR iv
DAFTAR ISI v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Fokus Masalah 2
C. Tujuan Penelitian 2
D. Manfaat Penelitian 3
E. Definisi Istilah 3
BAB II KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS
A. Kerangka Teoritis 5
B. Kerangka Berpikir 10
C. Teknik Ananlisa Data 12
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Setting Penelitian dan Subyek Penelitian 14
B. Rancangan Penelitian 14
C. Kegiatan 15
D. Tindakan Kelas 16
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Hasil Penelitiuan 17
B. Pembahasan 21
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan 23
B. Saran 23
C. Implimentasi/Rekomendasi 24
D. Penutup 24
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN - LAMPIRAN















BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Taman Kanak-Kanak merupakan pendidikan pra sekolah yang menggunakan metode pembelajaran dengan model belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar. Pendidikan usia dini harus memperhatikan perkembangan anak dimana pada usia pra sekolah anak mengalami usia peka, anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya pengembangan seluruh potensinya. Pada masa ini anak mengalami pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap menerima respon stimulan yang diberikan lingkungan.
Dalam kehidupan manusia, masa usia dini adalah 0 sampai 6 tahun adalah masa yang sangat berpengaruh sehingga pada masa ini sangat tepat untuk meletakkan dasar pengembangan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial, emosi, konsep diri, disiplin, seni, moral dan nilai-nilai agama.
Kemampuan Kognitif yang disampaikan di Taman Kanak-Kanak membutuhkan kreativitas pendidik sebab apabila disampaikan dengan monoton dan tidak menarik maka akan menimbulkan kejenuhan pada anak. Untuk itu peran alat peraga untuk menunjang kegiatan pembelajaran di TK sangatlah penting.
Berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak haruslah dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan tersebut misalnya, mengenal berbagai warna, memperkirakan urutan selanjutnya setelah anak melihat warna sebelumnya, membilang 1-10 angka, mengelompokan sesuai dengan bentuknya, warnanya atau mengenal bentuk geometri.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kwalitas pendidikan utamanya untuk peningkatan kognitif anak maka perlu diadakan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul” UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MENARA CERDAS DI KELOMPOK A TK/RA BAITURRAHMAH SUKOHARJO ”

B. Fokus Masalah
Dari gambaran uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa apakah penggunaan alat peraga menara cerdas dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak di kelompok A TK/RA Baiturrahmah Sukoharjo

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan karya ilmiah ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kogniti anak usia dini kelompok A di TK/RA Baiturrahmah. Disamping itu juga untuk menambah pengetahuan bagi guru.
D. Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada beberapa pihak diantaranya :
1. Secara teoritik
Diharapkan penelitian ini memberikan sumbangan yang berarti bagi dunia pendidikan khususnya yang berkecimpung dibidang pendidikan Taman Kanak-Kanak
2. Secara praktis
Merupakan masukan bagi guru dan calon guru dalam hal mengadakan kegiatan pembelajaran terutama dibidang kognitif

E. Definisi Istilah
1. Pengertian kognitif
Menurut Yuliani Nurani Sujono dalam bukunya Metode Pengembangan Kognitif (2007:1.3) menyebutkan bahwa Kognitif adalah suatu proses berfikir yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa.
Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan yang mencirikan seseorang dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan kepada ide-ide dan belajar.
2. Anak Usia Dini
Yang dimaksud dengan anak usia dini menurut Depdiknas Kurikulum Hasil Belajar Pendidikan Usia Dini Jakarta 2002 hlm 3-4 adalah kelompok manusia yang berusia 0-6 tahun (di Indonesia berdasarkan Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional).
3. Menara cerdas
Merupakan alat peraga yang akan digunakan dalam upaya meningkatkan kemampuan kognitif, menara ini dilengkapi dengan balok-balok dan kartu gambar, berbagai bentuk geometri, benda kasar dan halus dan musik untuk relaksasi.















BAB II
KERANGKA TEORITIS KERANGKA BERFIKIR
DAN HIPOTESIS

A. Kerangka Teoritis
1. Kemampuan kognitif
Kognitif berhubungan dengan intelegensi. Kognitif lebih bersifat pasif atau statis yang merupakan potensi atau daya untuk memahami sesuatu, sedangkan intelegensi lebih bersifat aktif yang merupakan aktualisasi atau perwujudan dari daya-daya atau potensi tersebut berupa aktivitas atau perilaku.
Kognitif adalah suatu proses berpikir yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa.(Yuliani Nuriani Sujono 2007: 1.3)
Menurut teori “Primary Mental Abilities” yang dikemukakan oleh Thurstone berpendapat bahwa kognitif merupakan penjelmaan dari kemampuan primer yaitu kemampuan berbahasa, mengingat, nalar, pemahaman ruang, bilangan, menggunakan kata-kata, menggunakan kata-kata, mengamati dengan cermat dan cepat (Yuliani Nuriani Sujono 2007: 1.7)
Pada dasarnya pengembangan kognitif dimaksudkan agar anak mampu mengeksploitasi terhadap dunia sekitar melalui pancaindranya sehingga dengan cerdas yang didapatnya tersebut anak akan dapat melangsungkan hidupnya dan menjadi manusia seutuhnya.
Proses kognisi meliputi berbagai aspek seperti persepsi, ingatan, pikiran, simbol, penalaran dan pemecahan masalah. Untuk itu seorang guru penting untuk mengembangkan kemampuan kognitif pada anak sebagai berikut:
1. Agar anak mampu mengembangkan daya persepsinya berdasarkan apa yang ia lihat, dengar dan rasakan sehingga anak akan memiliki pemahaman yang utuh dan koperehensif
2. Agar anak mampu melatih ingatanya terhadap semua peristiwa dan kejadian yang pernah dialamimya
3. Agar anak mampu mengembangkan pemikiran-pemikirannya dalam rangka menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa yang lain
4. Anak mampu memahami berbagai simbol yang tersebar di dunia sekitarnya.
5. Agar anak mampu melakukan penalaran-penalaran baik yang terjadi melalui proses alamiah (spontan) ataupun melalui proses ilmiah (percobaan)
6. Agar anak mampu memecahkan persoalan hidup yang dihadapinya sehingga pada akhirnya ia akan menjadi individu yang mampu menolong dirinya sendiri.


Faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif
Menurut Yuliani Nurani Sujiono (2007:1.25-1.27) faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kognitif dapat dijelaskan antara lain sebagai berikut :
a. Faktor Keturunan
Bahwa sesungguhnya manusia lahir sudah membawa potensi-potensi tertentu yang tidak dapat dipengaruhi lingkungan. Para ahli psikologi berpendapat bahwa taraf intelegensi 75-80% merupakan warisan atau keturunan. Pembawaan ditentukan oleh ciri-ciri yang dibawa sejak lahir.
b. Faktor Lingkungan
Teori lingkungan atau empiris dipelopori oleh John Locke yang berpendapat bahwa manusia dilahirkan sebenarnya suci atau tabularasa. Menurut pendapatnya perkembangan manusia sangat ditentukan oleh lingkungannya. Berdasarkan teori tersebut perkembangan taraf intelegensi sangatlah ditentukan oleh pengalaman dan cerdas diperolehnya dari lingkungan hidupnya.
c. Kematangan
Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing. Kematangan berhubungan erat dengan usia kronologis (usia kalender).



d. Pembentukan
Pembentukan ialah segala keadaan diluar diri seseorang yang mempengaruhi perkembagan intelegensi. Pembentukan dapat dibedakan menjadi pembentukan sengaja dan pembentukan tidak sengaja.
e. Minat dan Bakat
Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Apa yang menarik minat seseorang mendorongnya untuk berbuat lebih giat dan lebih baik lagi . Sedangkan bakat diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud.
f. Kebebasan
Kebebasan yaitu kebebasan manusia berpikir divergen (menyebar) yang berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode yang tertentu dalam memecahkan masalah, juga bebas dalam memilih masalah sesuai dengan kebutuhannya.
Kemampuan Kognitif yang akan ditingkatkan adalah melalui kegiatan mengenal warna, mengenal angka, mengurutkan warna, memasangkan jumlah benda dengan angka, mengelompokkan benda yang sama dan sejenis, membedakan besar kecil, meneruskan pola setelah melihat pola sebelumnya,
2. Anak Usia Dini
Yang dimaksud dengan anak usia dini menurut Depdiknas Kurikulum Hasil Belajar Pendidikan Usia Dini Jakarta 2002 hlm 3-4 adalah kelompok manusia yan berusia 0 - 6 tahun (di Indonesia berdasarkan Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional).
Sedangkan menurut Mansyur anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang unik dalam arti memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan, intelegensi, sosial emosional, bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan anak.
Dalam penelitian ini penulis menitik beratkan pada kelompok A yang berkisar umur antara 4-5 th

3. Menara cerdas
Alat peraga adalah semua benda dan alat yang bergerak maupun tidak bergerak yang dipergunakan untuk menunjang kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, bermain dan bekerja disekolah agar dapat berlangsung dengan teratur, efektif dan efisien sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Alat peraga menara cerdas dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak, alat peraga yang terdiri kotak-kotak yang disusun sedemikain rupa supaya dapat digerakan, kemudian laci untuk menyimpan kartu dan benda-benda pendukung lainnya yang akan digunakan untuk bermain sambil belajar.
Kotak-kotak diwarnai kuning, biru, merah, hijau, agar lebih menarik laci juga dilengkapi dengan musik untuk relaksasi.

B. Kerangka Berfikir
Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
1. Setting Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada anak didik kelompok A di RA Baiturrahmah Sukoharjo yang berjumlah 20 anak. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak utamanya dalam hal mengenal warna, mengurutkan warna, mengenal angka, dan relaksasi dengan mendengarkan musik.
Pelaksanaan itu sendiri dilaksanakan antara pertengahan bulan Juli sampai bulan September 2009
2. Variabel yang diteliti
Ada tiga variabel yang menjadi fokus penelitian tindakan kelas ini yaitu:
a. Variabel input
Penelitian ini terfokus pada anak
b. Variabel proses
Dalam hal ini adalah proses pembelajaran berhitung, mengenal warna,mengenal angka, mengenal bentuk geometri, mendengarkan musik, mengurutkan warna setelah melihat tiga pola dengan menggunakan alat peraga menara cerdas
c. variabel output
yaitu hasil dari pembelajaran yaitu anak mengalami peningkatan kognitif
3. Rencana Tindakan
Rencana tindakan adalah bekerjasama dengan guru kelompok A dengan model yang direncanakan melalui satu siklus namun apabila ternyata dalam silklus pertama kurang optimal maka dilanjutkan dengan siklus II.
Siklus itu sendiri terdiri dari rencana tindakan, pelaksanakan kegiatan observasi dan evaluasi.
Siklus Penelitian Tindakan Kelas








Ket:
P = Rencana tindakan O = Observasi
T =Tindakan R = Releksi atau Evaluasi

4. Observasi
Observasi adalah pengamatan atau peninjauan secara cermat (Tim Penyusun Kamus). Tehnik ini digunakan untuk mengumpulkan data dan mengamati secara langsung pelaksanakan kegiatan dengan menggunakan alat peraga menara cerdas
5. Tahap refleksi
Pada tahap ini penulis mengolah kembali permasalahan yang telah dianalisa secara bersama-sama. Dari hasil analisa dan observasi ini merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan jenis tindakan lain dalam siklus ini.

C. Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul, untuk menganalisis data penulis menggunakan teknik analisa deskriptif dengan teknik prosentase untuk mengukur frekuensi gejala yang muncul dengan rumus :


Setelah tes untuk mengukur kemampuan anak dalam memahami permainan selanjutnya dilaksanakan
Mencari rata-rata hasil anak . Menyimpulkan kemampuan rata-rata anak dengan mengggunakan kriteria sangat baik, baik dan cukup



















BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Setting Penelitian dan Subyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Raudhatul Athfal Baiturrahmah Sukoharjo dengan subyek penelitian adalah peserta didik kelompok A pada semester I yang berjumlah 20 anak

B. Rancangan Penelitian
Sebelum melakukan penelitian penulis membuat rancangan penelitian yaitu menyesuaikan beberapa indikator dalam kurikulum untuk pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan kognitif. Adapun indikator tersebut adalah
1. Membilang, menyebut urutan bilangan 1-10
2. Membedakan dan mengumpulkan benda yang sama jumlahnya, yang tidak sama, lebih banyak dan lebih sedikit
3. Mengenal warna
4. Memasangkan jumlah benda dengan angka
5. Memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk dari 3 pola.
6. Mengenal bentuk-bentuk geometris (segitiga, segiempat,lingkaran)
7. Membedakan besar kecil
8. Mengenal kasar dan halus
9. Mengelompokan benda yang sama sesuai warna atau bentuknya
10. Mendengarkan musik sebagai relaksasi

C. Kegiatan
Tahap kegiatan merupakan proses tindak lanjut yang berkesinambungan dari proses perencanaan.
Kegiatan yang dilaksanakan adalah:
1. Guru mengenalkan angka yang terdapat di balok yaitu angka 1-10 (lampiran gambar 1)
2. Guru mengenalkan warna yaitu merah, kuning, biru yang terdapat di balok (Lampiran gambar 2)
3. Anak mengurutkan angka diatas karpet (lampiran gambar 3)
4. Anak memasukan balok angka ke menara dimulai dari angka yang terkecil sampai yang terbesar (Lampiran gambar 4)
5. Menghitung angka 1-10 (Lampiran gambar 5)
6. Membentuk satu warna garis lurus biru atau kuning atau merah (lampiran gambar 6)
7. Membuat pola setelah melihat 2 pola sebelumnya (merah kuning, merah kuning……..)lampiran gambar 7
8. Anak mengambil kartu huruf dan berbagai bentuk geometri dari dalam laci menera cerdas kemudian mencari gambar yang sesuai dengan angka yangdibalok dimulai daari jumlah yang terkecil kkemudian menempelkan kartu bergambar ke balok yang sesuai dengan angka yang tertera dibalok (lampiran gambar 9-13)
9. Guru mengenal bentuk geometri (gambar 14)
10. Guru mengenalkan benda besar dan kecil
11. mengenalkan kasar dan halus
12. mengenalkan benda menurut warna atau bentuknya

D. Tindakan Kelas
Anak-anak bersama guru menerapkan pembelajaran kemampuan kognitif dengan menara cerdas. Peneliti mengamati interaksi antara guru dengan anak.
Setelah kegiatan selesai diadakan tanya jawab dan anak menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Kemudian guru menganalisa hasil dari kegiatan dengan menggunakan tabel pada siklus I . Dari hasil tabel akan terlihat apakah masih perlu atau tidak diadakan tindak lanjut dengan menggunakan siklus II









BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. HASIL PENELITIAN
1. Kemampuan Kognitif Sebelum Penelitian
Kondisi awal pengembangan kemampuan kognitif anak terlihat kurang menggembirakan. Dilihat dari antusias ketika mengikuti kegiatan pembelajaran utamanya dibidang kognitif. Hal ini disebabkan alat peraga yang kurang variatif dan kurangnya kemampuan guru untuk memancing minat anak.
Penilaian dalam pengamatan ini menggunakan simbol sebagai berikut Simbol ● adalah nilai sangat baik atau sudah mampu
Simbol V adalah nilai baik atau mampu
Simbol O adalah nilai kurang atau belum mampu
Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan terhadap peserta didik kelompok A yang berjumlah 20 anak diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 1
Datar nama anak kelompok A dan Kemampuan Kogniti sebelum penelitian
RA Baiturrahmah Sukoharjo
NO NAMA Hasil Pengamatan
O V O
1 Adi Nugroho 0
2 Aulia Sulung Pangayom 0
3 Azzahra Aiskhasari 0
4 Bagas Satriyo abdi V
5 Cendekia Rauf Tinriza 0
6 Choirul Nisa Rahmawati V
7 Dhino Raka ●
8 Dinda Tiyas 0
9 Eryana shafa 0
10 Rachrizal Zakariya V
11 M.Rarri Afriyansyah 0
12 Naswa aditya 0
13 Naufalino Ferdiyan 0
14 Onik Dwi Widatama 0
15 Rahma azra Calista V
16 Riaqi Nur Aini 0
17 Satrio Pinandhika 0
18 Syaiful Aziz 0
19 Vacum Akhsan 0
20 Ramadhan Arya dhani 0

Analisa berdasar skor menggunakan tehnik analisa data deskrptif untuk mengukur frekuensi gejala yang muncul adalah
1. Nilai ● = 1/20 x 100% = 5 %
2. Nilai v = 4/20 x 100% = 20 %
3. Nilai 0 = 15/20 x 100% = 75 %
Dari tabel diatas menunjukkan kemampuan kognitif anak belum optimall ditunjukan dengan nilai O masih 75% dari 20 anak

2. Kemampuan Kognitif Setelah Penelitian
Hasil penelitian setelah anak menggunakan menara cerdas adalah sebagai berikut:
Tabel II
Hasil dari pengamatn per indikator
No
Absen Hasil Pengamatan per indikator kognitif
1 2 3 4 5 6 7 8 Hasil akhir
1 ● V v v V ● v ● v
2 ● ● ● ● ● ● ● v ●
3 v V ● v V v ● ● V
4 ● ● ● ● ● ● ● v ●
5 ● ● v ● ● v v v v
6 ● ● ● ● ● ● ● ● ●
7 ● ● ● ● ● v v ● ●
8 v ● ● v V v v v v
9 ● ● ● ● ● ● ● ● ●
10 ● ● ● ● ● v v v ●
11 v V v v V v ● ● V
12 ● ● ● ● ● ● ● ● ●
13 ● ● ● ● V ● ● ● v
14 v V v ● ● ● v v v
15 ● ● ● ● ● v ● ● ●
16 v ● ● ● ● ● ● ● v
17 ● ● ● ● ● ● ● ●
18 ● V ● ● ● ● ● ●
19 ● ● ● ● ● v v ● ●
20 ● ● v v ● v v v v

Keterangan indikator
1. mengenal angka dan mengurutkan angka 1-10
2. mengenal warna
3. memasngkan jumlah benda dengan angka
4. memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk dari 2 pola
5. mengenal bentuk geometris
6. membendakan besar kecil
7. mengenal kasar halus
8. mengelompokan benda yang sama sesuai warna atau bentuknya

Tabel III
Hasil Akhir Pengamatan pada siklus I
NO NAMA Rangkuman hasil dari tabel II
● V O
1 Adi Nugroho V
2 Aulia Sulung Pangayom ●
3 Azzahra Aiskhasari V
4 Bagas Satriyo abdi ●
5 Cendekia Rauf Tinriza V
6 Choirul Nisa Rahmawati ●
7 Dhino Raka ●
8 Dinda Tiyas V
9 Eryana shafa ●
10 Rachrizal Zakariya ●
11 M.Rarri Afriyansyah V
12 Naswa aditya ●
13 Naufalino Ferdiyan ●
14 Onik Dwi Widatama V
15 Rahma azra Calista ●
16 Riaqi Nur Aini ●
17 Satrio Pinandhika ●
18 Syaiful Aziz ●
19 Vacum Akhsan ●
20 Ramadhan Arya dhani V

Pada tabel setelah dilaksanakan kegiatan dengan menara cerdas adalah sebagai berikut
1. Nilai ● = 14/20 x 100% = 70 %
2. Nilai v = 6/20 x 100% = 30 %
3. Nilai 0 = 0/20 x 100% = 0

C. PEMBAHASAN
Setelah melihat dan membandingkan diantara kedua tabel terlihat bahwa pada awal sebelum penelitian kemampuan kognitif anak yang belum optimal mencapai 75% sedangkan setelah pembelajaran dengan menggunakan menara cerdas terlihat peningkatan yang signifikan yaitu anak yang mampu (v) sebanyak 30% sedangkan anak yang mencapai optimal sudah mencapai 70%.
Disebabkan hasil sudah optimal lebih dari 50% maka penulis tidak perlu menggunakan siklus II sebagai lanjutan dari siklus I
Dari data diatas menunjukkan bahwa penggunakan alat peraga menara cerdas dapat meningkatkan kemampuan kognitif.
1. Anak mampu mengenal warna biru merah kuning dan biru yang terdapat dalam balok menara
2. Anak mampu memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat urutan warna dengan cara memutar balok agar warna berurutan
3. Anak mampu membilang jumlah gambar yang ada dibalok menara dan menempelkan angka yang sesuai dengan jumlah gambar yang terdapat dibalok.
4. Anak dapat menghitung angka dari satu sampai sepuluh
5. Anak mampu mengenal berbagai bentuk geometri dan mengambilnya dari dalam laci
6. Anak mampu mengumpulkan dan mengelompokan benda yang sama.
7. Anak mampu membedakan kasar dan halus





BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sebuah upaya untuk meningkatkan kemampuan kognitif dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satu cara yang peneliti ajukan adalah dengan menggunakan sebuah alat peraga yang sederhana dengan bahan-bahan bekas yang sudah tidak terpakai dapat dimanfaatkan.
Dari penelitian diatas menunjukkan bahwa menara cerdas mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini di kelompok A RA/TK baiturrahmah kabupaten Sukoharjo. Dari siklus pertamapun anak sudah menunjukkan kemampuan yang luar biasa sehingga tidak dibutuhkan lagi siklus yang kedua.

B. Saran
Ada beberapa yang perlu diperhatikan mengenai kegiatan yang menggunakan alat peraga menara cerdas ini
bahwa kegiatan ini tetap memerlukan pendampingan guru supaya berjalan lebih efektif dan lancar
Kemudian bentuk menara cerdas yang besar lebih memudahkan anak dalam mengenal berbagai hal secara mudah namun tingginya menara kadang menyulitkan anak untuk itu peran guru dalam membantu pelaksanaan masih dibutuhkan.
C. Implikasi/Rekomendasi
Menara cerdas merupakan alat peraga pendidikan yang dibuat dari bahan bekas dengan nilai ekonomi yang rendah, namun dengan sentuhan seni maka alat peraga ini akan menjadi alat perga yang menarik.
Dalam upaya meningkatkan kemampuan kognitif alat peraga inii dibutuhkan oleh sekolah untuk itu penulis merekomendasikan agar tiap TK dan RA mempunyai alat perga ini sebab dengan harga yang murah dan mudah dibuat tiap sekolah pasti mampu untuk mewujudkannya

D. Penutup
Demikian penelitian ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba karya ilmiah inovasi pembelajaran bagi guru TK/RA dengan harapan untuk menambah wawasan dan terhitung sebagai prestasi tingkat propinsi.










DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi IV, Rineka Cipta, Jakarta, 1998.
Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004
Mansyur, Pendidikan Anak Usia Dini, Yogyakarta
Nurani,Yuliani Metode Pengembangan Kognitif 2007
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Edisi Revisi, Rineka Cipta, Jakarta, 1995.
Sudjiono, Anas, Metodologi Riset dan bimbingan Skripsi Rajawali Jakarta 1990
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka Jakarta, 1989.

0 komentar:

Poskan Komentar